Cara Pasang Pulser/Pick up Coil {Cara Upgrade Platina ke TCI {MOBIL} 2}


Langkah awal untuk upgrade sistem pengapian mobil jadul yang masih menggunakan sistem platina ke sistem pengapian elektronik yakni TCI pasti membutuhkan sensor sebagai input untuk mengetahui posisi noken as/cam shaft.

Dengan mengetahui Posisi cam shaft kita bisa mengetahui saat pengapian serta bisa memastikan untuk langkah pembagian pengapian(oleh Distributor Ignition) ke masing-masing busi pada silinder. Pembagian pengapian bisa berupa mekanik yang umum kita ketahui sebagai Delco dan bisa juga pembagian sistem pengapian menggunakan sistem elektronik dan kita kenal sebagai DIS Ignition.

Sebagai langkah awal melakukan upgrade tentunya kita harus memahami sistem pengapian mobil serta mampu memastikan peletakan dan pemasangan sensor sebagai sumber baca sistem pengapian yang akan kita bangun. Seperti kali ini pembahasan cara pemasangan sensor berupa Pick up coil (pulser) sebagai sensor module sistem pengapian. Kita bisa memanfaatkan sensor lain sebagai pembaca posisi noken as, tetapi yang populer pada sistem pengapian mobil & motor adalah Pulser/Pick Up Coil.

Cara Pasang Pulser/Pick up Coil:

1. Top mesin silinder no 1. Baca di Cara Mengetahui Top mesin (TDC=Top Dead Center)

2. Pasang Pulser/Pick Up Coil. Pasang sensor/pulser dengan memanfaatkan lobang baut platina.

3. Pasang Reluctor. Atur posisi reluctor agar gigi reluctor lurus dengan ujung pickup coil/pulser pada saat top dan ujung tengah rotor lurus pada tanda di delco.

Untuk pengaturan ini bisa kita lakukan pada reluctor atau pada posisi pulser, dengan harapan nantinya saat pengapian tepat(tidak salah) serta memudahkan pada saat penyetelan mesin saat pengapian mesin bisa di atur sesuai spesifikasi masing2 mesin.

, , , , ,

  1. #1 by Firdaus on June 24, 2011 - 11:41 pm

    mas mau nanya nih…. Berapa celah (gap) antara pulser dengan reluctor yang standard dan ideal untuk mobil toyota great corolla? karena punya saya sudah diotak-atik sama bengkel rumahan hasilnya malah ngaco, mobil gak bertenaga dan boros bensin (pengaruh gak?)
    mohon jawabannya via e-mail. makasih atas pencerahannya…

  2. #2 by Catur on June 26, 2011 - 6:21 pm

    tidak berpengaruh, gap 0.5-0.8 mm masih cukup untuk membaca signal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: